Pengepul Gambar Bekas
In: Catatan Harian
27 Nov 2008

Mumbai, India kembali diguncang tragedi. Malam tadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat, beberapa orang bersenjata melakukan penyerangan di Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi. Kedua hotel tersebut termasuk ke dalam hotel kelas atas. Dalam kejadian tersebut dilaporkan sekitar 87 orang terluka dan 185 lainnya terluka serius. Para penyerang menggunakan senjata api serta granat dalam melakukan aksinya.
Penyerangan ini merupakan hal yang kesekian kalinya terjadi di India. Pada bulan Juli 2006, serangan bom menewaskan sekurangnya 209 orang pada sebuah stasiun kereta api yang sibuk. Ahmedabad menjadi giliran serangan bom selanjutnya pada bulan Juli kemarin dan mengakibatkan 49 korban tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka.
India memang negeri penuh tragedi. Di tengah gemerlapnya nyanyian dan goyangan, India menyimpan sisi kelam yang tidak mudah. Saya bersyukur bisa hidup di Indonesia yang walaupun tidak terlalu damai, namun tidak seberbahaya India.
Seorang lelaki berumur 25 tahun yang bernama Murdani Eko dan berdomisili di Jogjakarta. Dia hobi mengumpulkan gambar-gambar bekas yang kemudian dipublikasikannya kembali ke dalam blog ini. Pernah bersekolah di TK Sepinggan, SD Negeri 014 Balikpapan, SMP Negeri 1 Balikpapan, dan SMU Negeri 1 Balikpapan. Bagi kawan-kawan lama yang ingin menghubungi, bisa mengontak melalui e-mail daniy [at] syahdiar.org,
Facebook,
Friendster,
Twitter, dan
Plurk
Bagi yang mau backlink, berkomentarlah di sembarang posting. Insya Allah saya akan cantumkan link Anda di halaman ini.
Ada 9 komentar untuk Tragedi Mumbai
Abiazka
November 28th, 2008 at 11:29 pm
Hanya bisa turut prihatin atas kejadian ini, anda benar, kita mesti bersyukur masih bisa menghirup napas di indonesia yang meskipun belum begitu damai namun masih menyisakan kedamaian………
By the way Traffic Rank kamu damai juga ya? apa rahasianya bos?
Abiazka
November 28th, 2008 at 11:32 pm
Ralat bos, menghirup napas = yang betul menghirup udara gratis!!
mymoen
November 29th, 2008 at 2:54 am
waduh… Kenapa harus seperti itu ya ??
Apakah nyawa manusia ga bernilai lagi.. ??
Sedih…
Daniy!
November 29th, 2008 at 9:38 am
@Abiazka: Syukur alhamdulillah di Indonesia kita masih bisa damai dan nge-blog sepuasnya. ^_^ Soal Traffic Rank itu yang penting kita rajin beribadah, meminta kepada Allah
“Ya Allah berikanlah blogku ini Traffic Rank yang tinggi dan penuh berkah, rahmat, dan ridho-Mu. Tiada Dzat yang mampu kami mintai pertolongan selain Engkau, ya Allah”.
@Mymoen: Memang dunia seperti ini, mas Mymoen. Yang jelas kita harus tetap menghargai dan menghormati hak hidup orang lain.
ridhoyp
November 29th, 2008 at 6:51 pm
walah.. parah banget dah.. sarang teroris nya aja di nuclear .. hihihi
Abiazka
November 30th, 2008 at 6:07 am
Jangan disangkut pautkan dengan teroris dech, mendingan kita instropeksi diri “mungkin kita juga teroris dalam hawa nafsu kita sendiri”
Daniy!
November 30th, 2008 at 10:38 am
@Rihdoyp: Yah, itulah yang namanya teror bom.
@Abiazka: Kenapa jangan disangkutpautkan dengan teroris? Bukankah pengebom itu adalah teroris.? Tak peduli apa agamanya, sukunya, atau kebangsaannya.
Teroris berasal dari bahasa Enggeris Terrorist =orang yang melakukan aksi teror, mengancam ketenangan dan keberadaan orang lain.
Teroris tak berarti hanya mujahid muslim. Di Irlandia sana juga ada teroris, dan tak ada yang beragama Islam. Mereka saling bom dan bunuh antara Katolik dan Protestan.
Lalu kenapa kita harus menolak kata ‘teroris’? Padahal kita juga mengakui adanya kata gitaris, pianis, dan pipis..
Gibran
November 30th, 2008 at 10:42 pm
Jangan pernah beranggapan bahwa diri kita adalah yang terbaik, karna sesungguhnya orang yang berhati baik tidak pernah merasa dirinya terlihat baik.
India … kami turut prihatin and may God bless you.
Daniy!
December 1st, 2008 at 11:21 am
@Gibran: Setuju mas Gibran. Semakin kita menganggap diri kita baik, semakin kita menjauh dari kebaikan itu sendiri. Turut prihatin atas India