Mengapa Kita Harus Peduli?

In: Ide

29 Nov 2008

ayam goreng padahal kalkun

Hidup memang hak setiap orang, tetapi tidak serta merta setiap orang harus menanggung beban dan masalahnya sendiri. Adakalanya kita harus peduli dengan masalah orang lain, walaupun masalah tersebut tak berhubungan langsung dengan diri kita. Berikut adalah ilustrasi menarik dari mas Kopdang yang saya kopas dari sebuah komentarnya di blog Paman Tyo. Semoga bisa menjadi renungan.

Pada suatu hari, petani akan memanen sawahnya yang menguning. Suatu ketika, ia melihat ada seekor tikus berlarian. Maka dipasanglah perangkap tikus. Tikus tahu, ia melapor dan mengadu pada Ayam. “Yam, tolongin ane’ duonkk..ada perangkap Tikus tuh..” Ayam bilang: “Lha itu urusan situh..ane sih kagak ngaruh Cuy..”

Tikus kecewa, ia mengadu pada Sapi. Jawaban sapi hampir mirip jawaban Ayam: “Moooh..itu kan perangkap kecil yang muat cuman buwat ente…ane mah gak ada urusan..!”. Tikus pulang dengan super kecewa.

Esok harinya anak Pak tani bermain di sawah. Sial baginya, perangkap tikus Bapaknya menjepit jempolnya. Pak Tani orang modern. Dibawalah anaknya ke puskesmas. Pak Dokter bilang: “Darahnya banyak yang keluar, cobalah banyak makan bergizi, misalnya hati ayam..” Sorenya, sang ayam disembelih.

Ternyata luka si anak makin menggila. Tetanus rupanya. Si anak demam dan akhirnya meninggal dunia. Walau modern, Pak tani tetap mengadakan tahlilan. Karena orang baik, tamunya banyak. Maka sebelum acara dimulai, sang Sapi dipotong demi sajian Tahlil.

Pak tani menyesal. Esoknya jebakan tikus ia singkirkan. Tikus hidup damai sentosa.

Baca artikel sejenis..

Ada 4 komentar untuk Mengapa Kita Harus Peduli?

Avatar

Dino

December 4th, 2008 at 3:21 pm

wah ilustrasinya benar2 menarik hihihi, mang bener banget yg namanya hidup itu harusnya tolong menolong… namanya juga hidup bertetangga… ya toh

Avatar

Daniy!

December 8th, 2008 at 11:41 pm

Betul, mbak.. Pertolongan dan perbuatan baik pasti akan kembali pada orang yang melakukannya. Terkadang balasan itu tidak datang dalam bentuk yang sama.

Avatar

mas kopdang

December 10th, 2008 at 10:28 pm

hahahaha….
Itu sejatinya juga buka orisiniol cerita saya. Saya lupa siapa yang cerita, tapi sangat mengena bagi ane’.

:P

Avatar

Daniy!

December 11th, 2008 at 1:55 pm

Gak apa mas Kopdang. Cerita seperti itu memang sering anonim asalnya. Saya membacanya juga kena banget. Makanya saya posting ulang, plus dengan Link Love.. Hehee.. :D

Ingin berkomentar?

Tentang Pemilik Blog Ini

Seorang lelaki berumur 25 tahun yang bernama Murdani Eko dan berdomisili di Jogjakarta. Dia hobi mengumpulkan gambar-gambar bekas yang kemudian dipublikasikannya kembali ke dalam blog ini. Pernah bersekolah di TK Sepinggan, SD Negeri 014 Balikpapan, SMP Negeri 1 Balikpapan, dan SMU Negeri 1 Balikpapan. Bagi kawan-kawan lama yang ingin menghubungi, bisa mengontak melalui e-mail daniy [at] syahdiar.org, Facebook, Friendster, Twitter, dan Plurk
Bagi yang mau backlink, berkomentarlah di sembarang posting. Insya Allah saya akan cantumkan link Anda di halaman ini.

Koleksi Foto Flickr

    Daniy Aulia Prewedding (6)Daniy Aulia Prewedding (5)Daniy Aulia Prewedding (4)Daniy Aulia Prewedding (3)Daniy Aulia Prewedding (1)Daniy Aulia Prewedding (2)

Gambar Numpang

Produk Andalan

Produk utama ebook sampah

Memberi Makan Ikan Adalah Sebagian Dari Iman (Klik pada kolam untuk memberi makan…)