<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Daniy!</title>
	<atom:link href="http://daniy.syahdiar.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daniy.syahdiar.org</link>
	<description>selamat tinggal, blogger..</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 00:24:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Menggunakan Tuturan Kronologis Untuk Menulis</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/ide/menggunakan-tuturan-kronologis-untuk-menulis/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/ide/menggunakan-tuturan-kronologis-untuk-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 00:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ide]]></category>

		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang bisa kita tulis dalam 10 menit? Dengan sedikit berpikir maka kitaakan mendapatkan beberapa ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. Misalnya saja, aktivitas yang akan kita lakukan pagi ini, akan ke mana kita dan bagaimana kita melakukannya. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan menggunakan cara bertutur kronologis yang merupakan bentuk paling sederhana dari gaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apa yang bisa kita tulis dalam 10 menit? Dengan sedikit berpikir maka kitaakan mendapatkan beberapa ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. Misalnya saja, aktivitas yang akan kita lakukan pagi ini, akan ke mana kita dan bagaimana kita melakukannya. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan menggunakan cara bertutur kronologis yang merupakan bentuk paling sederhana dari gaya bercerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kronologis merupakan gaya cerita yang mendeskripsikan suatu hal dengan hal lain berdasarkan urutan kejadian. Gaya ini biasa digunakan untuk melaporkan atau menceritakan suatu peristiwa kepada orang lain dengan terperinci.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan gaya bercerita kronologis dapat dibuat dengan contoh sebagai berikut:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Pagi ini aku bangun pukul 06.30 dengan rasa sakit di sekitar leher. Hal tersebut muncul karena semalam dan beberapa hari sebelumnya, aku selalu tidur larut malam. Beberapa pekerjaan menuntut aku untuk menyelesaikannya dalam waktu yang bersamaan sehingga mau tidak mau aku harus bekerja ekstra untuk memenuhinya.</p>
<p>Walaupun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niatku untuk tetap berangkat bekerja hari ini. Sebab, hari ini adalah penentuan dari apa yang telah aku kerjakan pada malam-malam sebelumnya. Aku akan mempresentasikan hasil dari penelitianku di depan beberapa sponsor yang berpotensi untuk mengembangkan teknologi baru ini.</p>
<p>Aku bersiap-siap untuk mandi. Sambil menenteng alat mandi masuk ke kamar mandi aku bersenandung kecil. Suatu hal yang biasa aku lakukan setiap saat.</p>
<p>Namun dalam waktu seketika aku teringat bahwa aku telah melupakan sesuatu….</p></blockquote>
<p><em>P.S. : Tulisan ini dibuat dalam waktu 10 menit</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/ide/menggunakan-tuturan-kronologis-untuk-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Berkata Tidak</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/ide/belajar-berkata-tidak/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/ide/belajar-berkata-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 12:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ide]]></category>

		<category><![CDATA[tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa besarkah kemampuan kita untuk berkata “tidak”? Secara teoritis, kata tersebut hanya terdiri dari lima huruf dan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu detik untuk mengeluarkannya dari rongga mulut. Namun, yang terjadi seringnya adalah hambatan dan kesulitan yang begitu besar ketika kita hendak mengatakannya.
Ketika kita memiliki beberapa pekerjaan kecil yang muncul secara bersamaan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seberapa besarkah kemampuan kita untuk berkata “tidak”? Secara teoritis, kata tersebut hanya terdiri dari lima huruf dan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu detik untuk mengeluarkannya dari rongga mulut. Namun, yang terjadi seringnya adalah hambatan dan kesulitan yang begitu besar ketika kita hendak mengatakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita memiliki beberapa pekerjaan kecil yang muncul secara bersamaan, maka yang terjadi adalah pemecahan konsentrasi dan prioritas kepada masing-masing pekerjaan tersebut. Ambillah contoh, bahwa kita memiliki agenda untuk mengisi artikel ke dalam blog, mengerjakan tugas review dari advertiser, mendesain logo untuk sebuah brand baru, mendesain sebuah booklet perusahaan untuk media pemasaran, menyusun artikel untuk dimasukkan ke dalam situs free article, dan beberapa hal kecil lainnya yang harus diselesaikan dalam waktu yang berdekatan. Semua sudah kita agendakan dengan baik, dan rencana tersebut sudah berjalan selama dua hari.<span id="more-74"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari ketiga, datanglah seorang kawan yang membawa setumpuk majalah desain interior. Singkat cerita, dia tengah memulai sebuah usaha baru di bidang restoran dan saat ini berada pada tahap perencanaan tempat. Untuk pertama kalinya, dia meminta tolong kita untuk membuatkan desain restorannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya permintaan tolong tersebut, kita dihadapkan pada sebuah pilihan antara menjawab iya atau tidak. Ada kepentingan yang saling tarik menarik di sana antara dia yang memang kawan kita, sehingga kita merasa tidak enak untuk menolak permintaannya, dengan kapasitas pekerjaan yang sudah bisa dibilang penuh dan telah terjadwal.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila kita mengiyakan permintaan tersebut, maka berarti kita harus menyusun ulang seluruh rencana pekerjaan yang telah kita susun dan jalankan secara baik. Konsekuensi dari penambahan pekerjaan ini adalah pengurangan waktu pribadi kita untuk melakukan pekerjaan atau hal lain, sehingga berakibat waktu istirahat yang kita miliki bisa tergeser. Jika tidak, maka salah satu atau sebagian pekerjaan yang terjadwal akan bergeser (kalau tidak mau dibilang mundur) waktu penyelesaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana jika kita menolak dan berkata “tidak”? Maka kemungkinan yang bisa muncul dari penolakan tersebut adalah interaksi negatif dari kawan yang mengajukan permintaan tolong tersebut. Bisa jadi dia akan menyebut kita sebagai egois dan tidak memercayai kita lagi sebagai salah satu tempat meminta tolong. Padahal yang namanya teman merupakan aset yang berharga dan saat ini merupakan hal yang sulit untuk didapatkan. Kitapun percaya dengan adanya karma bahwa suatu perlakuan akan dibalas dengan perlakuan serupa di masa akan datang. Kita mulai berandai-andai jika suatu waktu nanti, kita membutuhkan pertolongan, maka kitapun akan ditolak seperti kita menolak pertolongan pada saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dengan motivasi luhur mengorbankan diri sendiri demi kepentingan orang lain, akhirnya kita menjawab dengan kata “Ya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan lahirnya kata “Ya” dari mulut kita, maka konsekuensi yang harus kita tanggung adalah berkurangnya alokasi waktu kita untuk pekerjaan yang lain dan juga waktu istirahat kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang kita berniat baik menolong sang kawan tadi membuatkan desain untuk restoran. Namun, dengan adanya konsekuensi yang harus kita tanggung tadi, otomatis secara tidak langsung akan memengaruhi kenyamanan kita dalam bekerja. Pada suatu saat, ketika satu atau beberapa pekerjaan ditagih oleh sang pemberi kerja, maka dalam hati kita akan mulai menyalahkan kawan kita tadi atas pekerjaan yang tertunda. Kenapa dia harus meminta tolong pada saya pada saat saya sedang memiliki banyak pekerjaan? Ada rasa tidak ikhlas yang muncul dari diri kita saat mengerjakan pekerjaan sang kawan tadi. Dan kita sepakat bahwa ketidakikhlasan merupakan hal yang tidak baik. Tidak ada pahala yang berbuah dari sikap ketidakikhlasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, dari niat baik semula ingin menolong sang kawan, berubah menjadi sesuatu yang kosong dan tak bermakna. Waktu terampas, pahala tak teraih, pekerjaan terbengkalai. Hal ini bisa berujung pada frustasi dan stress. Satu kata “ya” yang kita harapkan berbuah kebaikan, justru berbalik menjadi bumerang yang menyiksa diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimanakah kita mengatasi permasalahan yang sangat bisa terjadi pada kita tersebut? Berlatihlah untuk berkata “Tidak” jika kita benar-benar tidak menginginkannya atau tidak punya waktu untuk melakukannya. Berkata “tidak” mungkin sesuatu yang berarti negatif dan  berpotensi untuk merusak suatu hubungan dengan orang lain. Namun, sebenarnya pengucapan kata tersebut bermaksud untuk menjaga agar kita tetap memiliki hubungan baik dengan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita menolak permintaan sang kawan untuk membuatkan desain, bukan berarti kita tidak mau mengerjakannya selamanya. Cobalah dengan kata,”Tidak sekarang. Sebab aku masih punya beberapa pekerjaan semuanya menunggu untuk diselesaikan dalam waktu hampir bersamaan. Mungkin tiga minggu lagi, aku baru bisa mengerjakannya untukmu”. Dengan jawaban tersebut, kita tidak sekedar menolak, namun juga memberi solusi atas permasalahannya. Bisa juga, kita merekomendasikan pekerjaan itu kepada teman kita yang lain yang lebih mampu dan memiliki waktu lebih luang.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkata “tidak” tak selamanya berbuah negatif. Hanya bagaimana caranya kita menggunakan dengan tepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/ide/belajar-berkata-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Tombol Ctrl, C, dan V Dalam Pencurian Konten Dari Web Lain</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/konspirasi-tombol-ctrl-c-dan-v-dalam-pencurian-konten-dari-web-lain/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/konspirasi-tombol-ctrl-c-dan-v-dalam-pencurian-konten-dari-web-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 14:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ini isu!]]></category>

		<category><![CDATA[content]]></category>

		<category><![CDATA[copycat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya mencuri memang selamanya tak akan diperbolehkan, baik dari segi agama maupun dari segi hukum sekuler. Tindakan pencurian sejatinya merugikan salah satu pihak yang sesuatu secara sah. Mencuri bisa dianggap sebagai salah satu bentuk tidak sportifnya jalan yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Sebab ia tak sabar dalam meraih sesuatu, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yang namanya mencuri memang selamanya tak akan diperbolehkan, baik dari segi agama maupun dari segi hukum sekuler. Tindakan pencurian sejatinya merugikan salah satu pihak yang sesuatu secara sah. Mencuri bisa dianggap sebagai salah satu bentuk tidak sportifnya jalan yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Sebab ia tak sabar dalam meraih sesuatu, maka jalan pintaslah yang diambil sebagai penyelesaian atas persoalan.<span id="more-73"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam dunia nyata, pencurian dilakukan dengan menggunakan peralatan fisik seperti kunci T, linggis, palu, kunci duplikat, dan sebagainya. Berbeda dengan dunia internet di mana segala sesuatu yang berada di dalamnya adalah maya, maka pencurian bisa dilakukan dengan menggunakan tiga buah tombol di keyboard. Ctrl, C, dan V.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga tombol tersebut boleh dibilang dalam keseharian kita masing-masing. Semenjak bersekolah dan mengenal komputer untuk mengerjakan tugas-tugas, hal yang paling mudah adalah membuka dokumen pekerjaan orang lain, menyeleksi seluruh atau sebagaian tulisan, menekan tombol Ctrl-C, membuk dokumen baru, dan menekan Ctrl-V sehingga ia langsung tersalin dengan sempurna tanpa tersisa perbedaan titik koma.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika beranjak ke perguruan tinggi, kebiasaan kita untuk berkawan dengan ketiga tombol tersebut semakin terlihat. Begitu mudahnya mengambil makalah/tugas mahasiswa lain/pendahulu hanya dengan menggunakan tiga tombol, membiasakan kita untuk tidak mengerjakan sebuah tugas sesegera mungkin. Hingga pada saat tugas tersebut harus dikumpulkan, maka yang ada kemudahan yang membuat kita semakin mencintai komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan mengais rezeki melalui internet, maka persoalan kopi-mengopi dan jiplak-menjiplak bagaikan hal yang biasa dan begitu dekat dengan kita. Manakala kita begitu berambisi untuk meraih dollar dengan waktu yang instan, maka copy paste menjadi sebuah jawaban.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara instan, internet juga memberikan kemudahan dalam mencari bahan untuk dikopi. Dengan mengetikkan beberapa kata kunci atau pertanyaan pada kolom yang disediakan Google, MSN, atau Yahoo!, maka dengan seketika tersaji beratus-ratus halaman web yang siap untuk dieksploitasi. Yang perlu dilakukan adalah memilah-milah serta menyeleksi konten yang sesuai dengan keinginan kita. Ataupun jika kita terlalu malas untuk melakukannya, langsung membabat seluruh isi konten web lain juga bukan hal yang tidak mungkin selama ketiga tombol tersebut masih bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah eMail yang menyatakan pujiannya terhadap salah satu blog yang saya punya. “Nice blog”, kata Gary yang berperan sebagai pemilik sebuah web memancing. Setelah kata pujian tersebut, maka dengan gamblang ia menyatakan bahwa saya telah mencuri sebuah konten dari webnya, dan meminta agar saya menghapuskan artikel tersebut dari blog saya sebagaimana artikel dari blog tersebut memiliki hak cipta.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca eMail tersebut, hati kecil saya merasa tersadar dan tersentuh lalu serta merta menghapus artikel yang bersangkutan dari blog. Saya memang telah mencuri sebuah artikel dari web milik Gary. Pada saat saya mencuri, tak terpikir oleh saya bahwa tindakan pengambilan artikel tanpa izin tersebut akan melanggar hak cipta dari sang pemilik web. Yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar blog yang baaru saya ciptakan bisa terisi konten dengan cepat, lalu terindeks oleh search engine Google dengan seketika.</p>
<p style="text-align: justify;">Web/blog merupakan hasil karya cipta seseorang yang segala macam hal di dalamnya memiliki keterikatan khusus dengan penciptanya. Saya berpikir jika suatu hari isi blog saya dicuri, maka saya pun akan merasakan hal yang sama sebagaiman Gary. Kata orang, berempati.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah segala kemudahan untuk mencari konten sebagai isi dari web, kita harus terus tersadarkan bahwa ada tanggung jawab moral yang harus diterima manakala mengaplikasikan kemudahan tiga tombol pada keyboard: Ctrl , C, dan V.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/konspirasi-tombol-ctrl-c-dan-v-dalam-pencurian-konten-dari-web-lain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Stasiun, Kereta, dan Undak-Undakan Pembeda Kelas</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/stasiun-kereta-dan-undak-undakan-pembeda-kelas/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/stasiun-kereta-dan-undak-undakan-pembeda-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ini isu!]]></category>

		<category><![CDATA[keretapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya saya kembali berkunjung ke salah satu tempat teramai di seluruh Jogja, Stasiun Tugu. Setelah membayar jasa peron tigaribu rupiah, kami mengambil tempat duduk di tempat perhentian kereta sebelah utara.
Menurut tiket yang dipegang Aulia, kereta bisnis Mutiara Selatan tujuan stasiun Gubeng Surabaya, akan tiba pada pukul 01.00 WIB, sehingga diperkirakan kami hanya perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imageshare.web.id/viewer.php?file=jbuvytpc6chdcap14tf.jpg"><img style="float:left;margin-right:10px;margin-bottom:10px;" src="http://imageshare.web.id/images/jbuvytpc6chdcap14tf_thumb.jpg" border="0" alt="jbuvytpc6chdcap14tf.jpg" width="300" /></a>Untuk kesekian kalinya saya kembali berkunjung ke salah satu tempat teramai di seluruh Jogja, Stasiun Tugu. Setelah membayar jasa peron tigaribu rupiah, kami mengambil tempat duduk di tempat perhentian kereta sebelah utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut tiket yang dipegang Aulia, kereta bisnis Mutiara Selatan tujuan stasiun Gubeng Surabaya, akan tiba pada pukul 01.00 WIB, sehingga diperkirakan kami hanya perlu menunggu selama 30 menit. But, this is Indonesia. Maka, dari corong pemberitahuan stasiun, kami mendapat informasi bahwa kereta tersebut akan tiba empatpuluh menit lebih lambat daripada jadwal. Melayangkan pandang ke sekitar peron, saya mendapatkan sesuatu yang sebelumnya belum pernah saya temui sebelumnya. Pada jalur kereta sebelah utara ini, sedang dibangun undak-undakan setinggi sekitar tujuhpuluh senti yang bersisian dengan setiap kereta yang berhenti untuk menaikturunkan penumpang.<span id="more-72"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fisik kereta api yang tidak sejajar dengan permukaan tanah merupakan sebuah kendala yang harus dihadapi setiap penumpang kereta. Sebelum adanya undak-undakan tersebut, biasanya setiap petugas stasiun akan menyediakan tangga kecil untuk masing-masing sebagai pembantu akses keluar masuk gerbong. Jika Anda adalah seorang pemuda berusia duapuluh lima tahun dan bertubuh sehat maka aktivitas untuk naik dan turun gerbong melalui tangga kecil bukanlah hal yang sulit.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, bayangkan jika penumpangnya adalah ibu-ibu yang menggendong anak, orangtua uzur yang berjalan tertatih-tatih, atau para difabel yang tak mampu berjalan tegap sebab mereka begitu bergantung pada roda di kursi mereka. Maka, keberadaan undak-undakan tersebut sangat membantu setiap penumpang yang akan masuk dan keluar dari gerbong.</p>
<p style="text-align: justify;"><img style="float:right;margin-left:10px;margin-bottom:10px;" src="http://imageshare.web.id/images/nkia0kw70orkqj5g51u.jpg" border="0" alt="stasiun tugu jogjakarta" width="300" />Sebelum hari ini, keberadaan undak-undakan tersebut lebih berfungsi sebagai pembeda kelas antara eksekutif dengan bisnis dan ekonomi ketimbang sebagai fasilitas dasar yang wajib diadakan. Sebab, alih-alih dibuat bersamaan, undak-undakan tersebut lebih dahulu dibangun pada jalur kereta sebelah selatan yang dilalui oleh kereta api kelas eksekutif.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan dibangunnya undak-undakan di jalur kereta api sisi utara, saya beranggapan bahwa pihak pengelola Stasiun Tugu sudah berniat dan beraksi untuk memanusiakan para pengguna jasa kereta api. Saya memang tak pernah tahu, kapan Stasiun Tugu berdiri untuk yang pertama kali. Namun saya sedikit berprotes ketika realisasi undak-undakan tersebut baru bisa diwujudkan pada tahun duaribu delapan, berpuluh tahun ketika manusia-manusia berlalu lalang meramaikan stasiun Tugu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 01.40 WIB, lampu kereta Mutiara Selatan mulai terlihat dari kejauhan. Dalam hitungan menit, desahan mesinnya mulai merambati seluruh area perhentian. Dari luar, kami mengamati bahwa penumpang yang turun tidak terlalu banyak, menandakan bahwa kereta ini tidak terlalu sesak untuk ukuran musim liburan bulan Juli ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ketika melangkah naik ke gerbong, pemandangan yang terlihat jauh berbeda dari luar. Jelas kereta tersebut berstatus penuh sebab begitu banyak orang yang duduk dan tidur di lorong kereta serta di kolong kursi penumpang. Mencari tempat duduk bernomor 4B bukanlah hal yang susah, namun kenyataan berkata lain. Sudah ada penumpang lain yang menduduki tempat duduk yang sama. Bukan penumpang gelap, sebab ia juga memiliki nomor tempat duduk yang sah. Maka, yang ada adalah tiket kembar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya menggumam,&#8221;Oh, PT Kereta Api… Oh, kelas bisnis..&#8221;</p>
<address style="text-align: justify;"><em>Image credit www.skyscrapercity.com - multiply.com</em></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/ini-isu/stasiun-kereta-dan-undak-undakan-pembeda-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Mula Breadcrumb</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/asalusul/asal-mula-breadcrumb/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/asalusul/asal-mula-breadcrumb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 00:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[asalusul]]></category>

		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali saya berkenalan dengan kosakata Breadcrumb adalah ketika berkenalan dengan CMS Joomla. Salah satu modul ini merupakan fitur yang memungkinkan user untuk melacak keberadaan mereka pada sebuah situs yang sedang mereka kunjungi. Breadcrumb biasanya terletak pada bagian atas situs dan berbentuk horizontal yang berderet dari kiri ke kanan menunjukkan hirarki sebuah halaman situs. Struktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pertama kali saya berkenalan dengan kosakata Breadcrumb adalah ketika berkenalan dengan CMS Joomla. Salah satu modul ini merupakan fitur yang memungkinkan user untuk melacak keberadaan mereka pada sebuah situs yang sedang mereka kunjungi. Breadcrumb biasanya terletak pada bagian atas situs dan berbentuk horizontal yang berderet dari kiri ke kanan menunjukkan hirarki sebuah halaman situs. Struktur Breadcrumb bisa dilihat seperti berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Home Page - Section Page - Sub Section Page</strong></em><span id="more-71"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan Breadcrumb terkadang menduplikasi fungsi dari tombol Back yang ada pada browser, sehingga beberapa webmaster memandang tidak merasa perlu untuk menaruhnya pada halaman website. Apalagi jika situsnya tidak memiliki struktur hirarki yang tidak pasti, seperti Amazon.Com yang mengandalkan fungsi Search untuk navigasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari fungsi penting atau tidak penggunaan Breadcrumb pada sebuah situs, yang jelas saya tertarik dengan kosakat Breadcrumb itu sendiri. Jika saya mencari arti kata Breadcrumb pada Microsoft Encarta Dictionary, maka saya akan menemukan entri <em>a tiny piece of bread, either soft or hard (often used in the plural)</em>. Jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya adalah remah-remah roti.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak saya berpikir korelasi antara remah-remah roti dan sebuah aplikasi website. Sepuluh detik pikiran saya kemudian menerawang pada sebuah kisah yang sudah tidak saya dengar lama sekali. Kisah tentang dua orang anak tukang kayu yang ditinggalkan oleh ayahnya di dalam hutan: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hansel_and_Gretel">Hansel dan Gretel</a>. Ayahnya terpaksa melakukan hal tersebut atas perintah istrinya sebab persediaan makanan yang kian menipis. Ketika rencana tersebut didengar oleh kedua anak tersebut, sang anak lelaki berinisiatif mengumpulkan kerikil-kerikil berwarna putih untuk disebar di sepanjang perjalanan sehingga mereka tidak akan tersesat dalam mencari jalan pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari ketiga kerikil-kerikil yang mereka kumpulkan sudah habis, sehingga mereka harus menyebar remah-remah bekal roti mereka sebagai pengganti tanda jejak. Malangnya, remah-remah roti tersebut dimakan oleh burung dan berbagai macam binatang lainnya, sehingga kali ini mereka benar-benar tersesat di hutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Remah-remah roti dalam kisah Hansel dan Gretel tersebut rupanya telah menginspirasi programmer untuk memberi nama pada aplikasi penanda jejak yang mereka buat. Namun ada sedikit kejanggalan pada korelasi tersebut sebab remah-remah roti tidak membuat Hansel dan Gretel kembali pada rumahnya. Yang membuat mereka benar-benar kembali adalah WhitePebbles (kerikil putih).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/asalusul/asal-mula-breadcrumb/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telaah Tingkat Kecukupan Diri dengan Parameter Paket Koneksi Internet</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/ide/telaah-tingkat-kecukupan-diri-dengan-parameter-paket-koneksi-internet/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/ide/telaah-tingkat-kecukupan-diri-dengan-parameter-paket-koneksi-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 00:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ide]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[
Apakah makna kata cukup bagi Anda? Terpenuhi segala kebutuhan? Tercapai semua keinginan? Terselesaikan semua pekerjaan? Relatif? Ya, bagi saya itu relatif. Sebab, tingkat ketercukupan seseorang akan sesuatu memiliki waktu dan tempatnya sendiri-sendiri. Seorang tukang becak beranak dua mungkin akan merasa cukup dengan penghasilan sembilanratus ribu perbulan, sementara saya pasti akan berkata tidak mungkin.
Sebab, kebutuhan dihitung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/52707211@N00/2626619476"><img style="float:left;margin-right:10px;margin-bottom:10px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3133/2626619476_9f5e6d1f19.jpg" alt="" width="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah makna kata cukup bagi Anda? Terpenuhi segala kebutuhan? Tercapai semua keinginan? Terselesaikan semua pekerjaan? Relatif? Ya, bagi saya itu relatif. Sebab, tingkat ketercukupan seseorang akan sesuatu memiliki waktu dan tempatnya sendiri-sendiri. Seorang tukang becak beranak dua mungkin akan merasa cukup dengan penghasilan sembilanratus ribu perbulan, sementara saya pasti akan berkata tidak mungkin.</p>
<p>Sebab, kebutuhan dihitung berdasarkan dengan pengeluaran yang harus dilakukan. Jika sang tukang becak harus menukar penghasilannya dengan makanan, pakaian, sekolah anak, dan sewa rumah, maka saya harus menambahkan rincian pengeluaran untuk bensin, pulsa, dan internet. Namun, ketika HP saat ini sudah begitu mendunia, maka kebutuhan pulsa mungkin menjadi tak terelakkan bagi sang tukang becak untuk dimasukkan ke dalam pengeluaran bulanan.</p>
<p>Maka cukuplah saya membandingkan diri dengan tukang becak, sebab nyata-nyata kami memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang ingin saya tuliskan selanjutnya adalah tingkat ketercukupan diri sendiri yang berubah seiring dengan berjalannya waktu.</p>
<p>Pertama kali memiliki koneksi internet pribadi, saya merasa sangat cukup dengan paket data 250MB dari Xplor. Malahan jumlah segitu terkadang berlebihan hingga saya kerap menyisakan 50MB di akhir masa aktif. Modem HP yang saya gunakan pertama kali mungkin turut memberi andil pada hal tersebut. Selain pada kemampuannya yang hanya mendukung sinyal GPRS yang lamban, terkadang koneksi internet terputus dengan sendirinya, sehingga secara tidak langsung mengurangi jatah waktu saya untuk berkelana dari satu web ke web lain.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, modem HP tersebut saya ganti dengan modem HSDPA yang mendukung sinyal 3G sehingga kecepatan akses bertambah. Berselang dua minggu kemudian, saya mencoba paket internet internet unlimited MobileQu dari Quasar. Paket ini juga menggunakan jaringan XL, namun kecepatannya tidak terlalu bagus dibandingkan dengan layanan dari Xplor sendiri. Kelebihannya terletak pada kata &#8216;unlimited&#8217; yang membuat saya tak lagi sering-sering melongok status koneksi jumlah transfer data pada taskbar.</p>
<p>Dengan kemampuan berinternet tak terbatas ini, saya menjadi lebih leluasa untuk mengakses berbagai jenis situs. Checkbox &#8220;Automatically load pictures&#8221; yang dulu sering saya disable pada setting Firefox, kini selalu tercentang. Account StumbleUpon yang dulu hanya saya daftarkan iseng-iseng, kini menjadi sahabat selalu setiap kali online.</p>
<p>Namun, MobileQu menjadi terlalu mahal bagi saya ketika Telkomsel meluncurkan paket internet unlimited dengan harga lebih dari setengah yang ditagihkan MobileQu. Maka, saya pun berpindah ke lain hati. Saya mengajukan aplikasi untuk KartuHALO sepuluh hari yang lalu dan saat ini tengah menanti pemberitahuan lebih lanjut.</p>
<p>Hari ini kemungkinan koneksi MobileQu akan diputus mengingat saya tidak membayar kewajiban tagihan pada tenggat waktu kemarin. Sementara itu, KartuHALO yang saya ajukan tak kunjung aktif. Hal ini mengharuskan saya untuk kembali kepada Xplor untuk beberapa waktu.</p>
<p>Sedikit berandai-andai, jika ternyata aplikasi KartuHALO saya ditolak, apakah saya akan masih merasa cukup dengan koneksi Xplor volume based seperti dulu lagi? Nilai kata &#8216;unlimited&#8217; dengan &#8216;quota 250MB&#8217; terasa sungguh besar bedanya. Dengan kembali ke volume based (atau time based), itu berarti saya harus kembali pada pengalaman berinternet tanpa gambar, meninggalkan StumbleUpon dan Youtube, serta kembali menginjakkan kaki ke Warnet.</p>
<p>Sungguh, terkadang saya begitu berat untuk kehilangan. Kembali ke masa lalu tidak selalu menyenangkan. Bagaimana dengan Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/ide/telaah-tingkat-kecukupan-diri-dengan-parameter-paket-koneksi-internet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kado Pernikahan Jumatan untuk Andi &#038; Rakhmawati</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/personal/kado-pernikahan-jumatan-untuk-andi-rakhmawati/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/personal/kado-pernikahan-jumatan-untuk-andi-rakhmawati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 05:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<category><![CDATA[married!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[
Seperti yang diberitakan melalui media massa beberapa waktu yang lalu, Jabalan alias Andi Meizopan akan melangsungkan pernikahannya dengan Rakhmawati Khasanah pada Selasa, 1 Juli 2008. Sebab, waktu dan jarak yang tak terjangkau, maka selembar kartu ucapan karya mbah dewo ini menjadi kado hari pernikahan dari keluarga besar Jumatan. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://imageshare.web.id/images/8r9h7rq06o1l1szzny6.jpg" alt="Selamat Menempuh Hidup Baru, Andi!" width="600" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang diberitakan melalui <a href="http://www.jumatan.com/index.php/topic,742.0.html">media massa</a> beberapa waktu yang lalu, Jabalan alias Andi Meizopan akan melangsungkan pernikahannya dengan Rakhmawati Khasanah pada Selasa, 1 Juli 2008. Sebab, waktu dan jarak yang tak terjangkau, maka selembar kartu ucapan karya <a href="http://www.mbahdewo.com/">mbah dewo</a> ini menjadi kado hari pernikahan dari keluarga besar <a href="http://www.jumatan.com/">Jumatan</a>. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/personal/kado-pernikahan-jumatan-untuk-andi-rakhmawati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bad Religion is Against The Grain</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/personal/bad-religion-is-against-the-grain/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/personal/bad-religion-is-against-the-grain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 17:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<category><![CDATA[bad religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[
Kelompok musik Bad Religion merupakan salah satu grup kenangan saya semasa bersekolah putih abu-abu. Ketika saudara sepupu saya memutar lantunan lagu dari vokalis Greg Graffin, betotan bass Jay Bentley, dan hentakan drum Jay Ziskrout, saya menyadari bahwa saya telah jatuh cinta dengan mereka. Ada sebuah chemistry yang membedakan mereka dengan permainan grup musik punk lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;margin-right:10px;" src="http://imageshare.web.id/images/h8cttr439mxb3jm7j1kj.jpg" alt="bad religion music" width="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok musik Bad Religion merupakan salah satu grup kenangan saya semasa bersekolah putih abu-abu. Ketika saudara sepupu saya memutar lantunan lagu dari vokalis Greg Graffin, betotan bass Jay Bentley, dan hentakan drum Jay Ziskrout, saya menyadari bahwa saya telah jatuh cinta dengan mereka. Ada sebuah chemistry yang membedakan mereka dengan permainan grup musik punk lain. Saya pikir daya tarik tersebut berasal dari lirik-lirik mereka yang puitis, tertata dengan baik, serta memiliki muatan kritik yang cerdas. Sang vokalis sendiri, Dr. Greg Graffin, Ph.D. merupakan seorang profesor di UCLA yang mengajar sains secara paruh waktu. Jadi jika boleh berpendapat, mereka adalah kelompok musik punk yang terpelajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu malam ini tak sengaja saya membongkar beberapa koleksi CD MP3 yang lama tidak terjamah dan  menemukan mereka di antara puluhan keping yang tersusun rapi. Ingin rasanya untuk kembali mendendangkan lagu Against The Grain yang lama sudah tak terdengar dari speaker Simba saya.  Sebab itu, marilah kita bernyanyi bersama-sama:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Three thousand miles of wilderness<br />
Overcome by the flow,<br />
A lonely restitution of pavement,<br />
Pomp and show,<br />
I seek a thousand answers,<br />
I find but one or two,<br />
I maintain no discomfiture,<br />
My path again renewed,<br />
Against the grain,<br />
Thats where Ill stay,<br />
Swimming upstream,<br />
I maintain against the grain</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Here labelled as lunatic,<br />
Sequestered and content,<br />
There ignored and defeated<br />
By the government,<br />
Theres an oriented public whos magnetic<br />
Force does pull,<br />
But away from the potential of the individual,<br />
Against the grain&#8230;..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The flow is getting stronger<br />
With smaller increments of time and eddies<br />
Of new ideas are increasingly hard to find,<br />
You need all that the other has,<br />
Your right to seize the day<br />
But in all your acquisitions you will soon<br />
Be swept away,<br />
Against the grain&#8230;&#8230;<br />
Theres a common consensus<br />
And an uncomfortable cheer,<br />
A reverberating chorus that anyone can hear,<br />
It sings leave your cares behind you,<br />
Just grab tenaciously,<br />
This lulling sense or purpose will<br />
Destroy us rapidly,<br />
Against the grain&#8230;..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/personal/bad-religion-is-against-the-grain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Death Sentence Movie</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/film/the-death-sentence-movie/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/film/the-death-sentence-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 00:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/film/the-death-sentence-movie/</guid>
		<description><![CDATA[Balas dendam takkan membuat semua menjadi impas, yang tercipta hanyalah kekacauan. Tapi paling tidak balas dendam bisa menjadi media untuk menunjukkan sebuah keadaan yang tidak menyenangkan kepada sang lawan. Kira kira seperti itulah tema yang diangkat ke dalam film ini. Terus terang, tema film ini tampak sangat India: seseorang yang keluarganya dibunuh oleh segerombolan bromocorah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Balas dendam takkan membuat semua menjadi impas, yang tercipta hanyalah kekacauan. Tapi paling tidak balas dendam bisa menjadi media untuk menunjukkan sebuah keadaan yang tidak menyenangkan kepada sang lawan. Kira kira seperti itulah tema yang diangkat ke dalam film ini. Terus terang, tema film ini tampak sangat India: seseorang yang keluarganya dibunuh oleh segerombolan bromocorah, ketika ia lolos dari maut, ia pun membalas dendam dengan menghabisi satu persatu anggota gerombolan. </p>
<div style="margin: 5px; float: left;"><img style="max-width: 800px;" src="http://www.21cineplex.com/images/film/film18361.jpg" alt="'death sentence" /></div>
<p>Film berawal ketika Nick Hume mengantarkan putranya seusai bermain hoki untuk berangkat ke kota lain. Di tengah perjalanan, mobil yang mereka tumpangi kehabisan bensin sehingga harus berhenti di pompa bensin terdekat. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, kios bensin yang mereka datangi dirampok oleh segerombolan penjahat yang juga secara kejam membunuh penjaga kios dan sang anak. </p>
<p>Hume mengenali salah satu wajah perampok tersebut dan pada suatu waktu mendatanginya kemudian secara ‘tidak sengaja’ menusuknya dengan belati. Sang pemimpin gerombolan, Billy, marah besar dan dalam waktu singkat dapat mengetahui bahwa pembunuh saudaranya tersebut adalah ayah anak yang mereka bunuh beberapa waktu lalu di sebuah kios bensin. Sebagai ganti mereka memburu dan menghabisi Hume berikut keluarganya. Namun, malang bagi Billy, Hume ternyata selamat dari usaha pembunuhan dan mulai mencari perhitungan dengannya. </p>
<p>Tema sederhana dan klise yang diangkat pada film ini tak membuat eksekusinya menjadi murahan. Terbukti beberapa adegan yang menampilkan kejar-kejaran dan perkelahian mampu membuat memacu jantung penonton. Adegan drama yang ditampilkan juga mampu menurunkan tensi adrenalin penonton dan hanyut dalam haru biru kesedihan. Dengan durasi sekitar 110 menit, film ini mampu memberikan alternatif yang bagus untuk hiburan.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/film/the-death-sentence-movie/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mas Penambal Ban yang Cekatan</title>
		<link>http://daniy.syahdiar.org/personal/mas-penambal-ban-yang-cekatan/</link>
		<comments>http://daniy.syahdiar.org/personal/mas-penambal-ban-yang-cekatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 18:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniy!</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<category><![CDATA[tambal ban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniy.syahdiar.org/personal/mas-penambal-ban-yang-cekatan/</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini adalah jadwal saya untuk ikut menggelar tikar di angkringan Bunderan UGM. Seminggu sebelumnya, saya tak bisa ikut karena seorang teman saya dari Balikpapan sedang bertandang ke kost. Saya berangkat agak telat, sekitar pukul 9 dari kost, karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, plus menambahkan beberapa konten untuk blog yang sudah terlalu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Malam ini adalah jadwal saya untuk ikut menggelar tikar di angkringan Bunderan UGM. Seminggu sebelumnya, saya tak bisa ikut karena seorang teman saya dari Balikpapan sedang bertandang ke kost. Saya berangkat agak telat, sekitar pukul 9 dari kost, karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, plus menambahkan beberapa konten untuk blog yang sudah terlalu banyak diisi dengan konten <em>paid review.</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2196/2046833288_4a4b85ba83.jpg" alt="tukang tambal ban" /><br />
Ini foto dari Flikri, bukan foto saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah makan malam yang bisa dibilang terlambat, saya bergegas menunggang Legenda untuk menuju UGM. Maksud hati ingin cepat sampai di tujuan, namun kenyataan berkata lain. Keika masih berada di jalan Kaliurang, motor saya tak sengaja melindas sebuah lubang di tengah jalan yang secara langsung berakibat pada bocornya ban motor saya.Beruntunglah, di balik setiap cobaan ada kemudahan yang diberikan. Ketika insiden ban bocor tersebut terjadi, saya berada di dekat seorang penambal ban yang sedang mangkal di Grha Sabha Pramana. Malam ini memang mungkin sudah rejeki sang mas penambal ban sehingga saya langsung memercayakan tugas menutup lubang pada ban saya yang bocor.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah keremangan malam, mas penambal ban bekerja cukup cekatan. Bahkan ia menambahkan lapisan dari ban bekas ke dalam ban saya sehingga di waktu depan, kemungkinan untuk bocor kembali bisa diminimalisir. Dalam waktu 15 menit, saya bisa kembali mengendarai Legenda untuk meneruskan perjalanan menuju angkringan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih, Mas Penambal Ban!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniy.syahdiar.org/personal/mas-penambal-ban-yang-cekatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
