Daniy!

selamat tinggal, blogger..

Subscribe to Daniy!

Archive for the ‘ide’ Category

Aug
20

Menggunakan Tuturan Kronologis Untuk Menulis

Posted by daniy! under ide

Apa yang bisa kita tulis dalam 10 menit? Dengan sedikit berpikir maka kitaakan mendapatkan beberapa ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. Misalnya saja, aktivitas yang akan kita lakukan pagi ini, akan ke mana kita dan bagaimana kita melakukannya. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan menggunakan cara bertutur kronologis yang merupakan bentuk paling sederhana dari gaya bercerita.

Kronologis merupakan gaya cerita yang mendeskripsikan suatu hal dengan hal lain berdasarkan urutan kejadian. Gaya ini biasa digunakan untuk melaporkan atau menceritakan suatu peristiwa kepada orang lain dengan terperinci.

Penggunaan gaya bercerita kronologis dapat dibuat dengan contoh sebagai berikut:

Pagi ini aku bangun pukul 06.30 dengan rasa sakit di sekitar leher. Hal tersebut muncul karena semalam dan beberapa hari sebelumnya, aku selalu tidur larut malam. Beberapa pekerjaan menuntut aku untuk menyelesaikannya dalam waktu yang bersamaan sehingga mau tidak mau aku harus bekerja ekstra untuk memenuhinya.

Walaupun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niatku untuk tetap berangkat bekerja hari ini. Sebab, hari ini adalah penentuan dari apa yang telah aku kerjakan pada malam-malam sebelumnya. Aku akan mempresentasikan hasil dari penelitianku di depan beberapa sponsor yang berpotensi untuk mengembangkan teknologi baru ini.

Aku bersiap-siap untuk mandi. Sambil menenteng alat mandi masuk ke kamar mandi aku bersenandung kecil. Suatu hal yang biasa aku lakukan setiap saat.

Namun dalam waktu seketika aku teringat bahwa aku telah melupakan sesuatu….

P.S. : Tulisan ini dibuat dalam waktu 10 menit

Aug
05

Belajar Berkata Tidak

Posted by daniy! under ide

Seberapa besarkah kemampuan kita untuk berkata “tidak”? Secara teoritis, kata tersebut hanya terdiri dari lima huruf dan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu detik untuk mengeluarkannya dari rongga mulut. Namun, yang terjadi seringnya adalah hambatan dan kesulitan yang begitu besar ketika kita hendak mengatakannya.

Ketika kita memiliki beberapa pekerjaan kecil yang muncul secara bersamaan, maka yang terjadi adalah pemecahan konsentrasi dan prioritas kepada masing-masing pekerjaan tersebut. Ambillah contoh, bahwa kita memiliki agenda untuk mengisi artikel ke dalam blog, mengerjakan tugas review dari advertiser, mendesain logo untuk sebuah brand baru, mendesain sebuah booklet perusahaan untuk media pemasaran, menyusun artikel untuk dimasukkan ke dalam situs free article, dan beberapa hal kecil lainnya yang harus diselesaikan dalam waktu yang berdekatan. Semua sudah kita agendakan dengan baik, dan rencana tersebut sudah berjalan selama dua hari. Read the rest of this entry »

Apakah makna kata cukup bagi Anda? Terpenuhi segala kebutuhan? Tercapai semua keinginan? Terselesaikan semua pekerjaan? Relatif? Ya, bagi saya itu relatif. Sebab, tingkat ketercukupan seseorang akan sesuatu memiliki waktu dan tempatnya sendiri-sendiri. Seorang tukang becak beranak dua mungkin akan merasa cukup dengan penghasilan sembilanratus ribu perbulan, sementara saya pasti akan berkata tidak mungkin.

Sebab, kebutuhan dihitung berdasarkan dengan pengeluaran yang harus dilakukan. Jika sang tukang becak harus menukar penghasilannya dengan makanan, pakaian, sekolah anak, dan sewa rumah, maka saya harus menambahkan rincian pengeluaran untuk bensin, pulsa, dan internet. Namun, ketika HP saat ini sudah begitu mendunia, maka kebutuhan pulsa mungkin menjadi tak terelakkan bagi sang tukang becak untuk dimasukkan ke dalam pengeluaran bulanan.

Maka cukuplah saya membandingkan diri dengan tukang becak, sebab nyata-nyata kami memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang ingin saya tuliskan selanjutnya adalah tingkat ketercukupan diri sendiri yang berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Pertama kali memiliki koneksi internet pribadi, saya merasa sangat cukup dengan paket data 250MB dari Xplor. Malahan jumlah segitu terkadang berlebihan hingga saya kerap menyisakan 50MB di akhir masa aktif. Modem HP yang saya gunakan pertama kali mungkin turut memberi andil pada hal tersebut. Selain pada kemampuannya yang hanya mendukung sinyal GPRS yang lamban, terkadang koneksi internet terputus dengan sendirinya, sehingga secara tidak langsung mengurangi jatah waktu saya untuk berkelana dari satu web ke web lain.

Beberapa waktu kemudian, modem HP tersebut saya ganti dengan modem HSDPA yang mendukung sinyal 3G sehingga kecepatan akses bertambah. Berselang dua minggu kemudian, saya mencoba paket internet internet unlimited MobileQu dari Quasar. Paket ini juga menggunakan jaringan XL, namun kecepatannya tidak terlalu bagus dibandingkan dengan layanan dari Xplor sendiri. Kelebihannya terletak pada kata ‘unlimited’ yang membuat saya tak lagi sering-sering melongok status koneksi jumlah transfer data pada taskbar.

Dengan kemampuan berinternet tak terbatas ini, saya menjadi lebih leluasa untuk mengakses berbagai jenis situs. Checkbox “Automatically load pictures” yang dulu sering saya disable pada setting Firefox, kini selalu tercentang. Account StumbleUpon yang dulu hanya saya daftarkan iseng-iseng, kini menjadi sahabat selalu setiap kali online.

Namun, MobileQu menjadi terlalu mahal bagi saya ketika Telkomsel meluncurkan paket internet unlimited dengan harga lebih dari setengah yang ditagihkan MobileQu. Maka, saya pun berpindah ke lain hati. Saya mengajukan aplikasi untuk KartuHALO sepuluh hari yang lalu dan saat ini tengah menanti pemberitahuan lebih lanjut.

Hari ini kemungkinan koneksi MobileQu akan diputus mengingat saya tidak membayar kewajiban tagihan pada tenggat waktu kemarin. Sementara itu, KartuHALO yang saya ajukan tak kunjung aktif. Hal ini mengharuskan saya untuk kembali kepada Xplor untuk beberapa waktu.

Sedikit berandai-andai, jika ternyata aplikasi KartuHALO saya ditolak, apakah saya akan masih merasa cukup dengan koneksi Xplor volume based seperti dulu lagi? Nilai kata ‘unlimited’ dengan ‘quota 250MB’ terasa sungguh besar bedanya. Dengan kembali ke volume based (atau time based), itu berarti saya harus kembali pada pengalaman berinternet tanpa gambar, meninggalkan StumbleUpon dan Youtube, serta kembali menginjakkan kaki ke Warnet.

Sungguh, terkadang saya begitu berat untuk kehilangan. Kembali ke masa lalu tidak selalu menyenangkan. Bagaimana dengan Anda?

May
30

Mencintai Diri Sendiri Lewat Flickr!

Posted by daniy! under ide

Berfoto bukanlah kegemaran saya, namun menyimpan foto diri adalah kesenangan tersendiri. Terutama melihat diri saya sepuluh tahun yang lalu berpose di depan kamera poket berfilm rol isi 36. Saya kerap berceloteh kepada kawan saya tentang beruntungnya anak-anak saat ini karena mereka bisa melacak bagaimana rupa dan tingkah mereka pada waktu kecil. Orang tua mereka dapat dengan mudah memotret dan merekam video anak mereka melalui ponsel dan disimpan untuk diperlihatkan ketika sang anak sudah beranjak besar.

Saat ini saya hanya punya beberapa pose telanjang saya sewaktu masih berumur 6 bulan. Beberapa saya selipkan di buku agenda kerja, sehingga saya bisa melihat dan mengingat bagaimana riwayat rupa saya duapuluh empat tahun yang lalu. Sisa foto yang lain masih tersimpan dengan rapi di album foto di rumah. Oleh sebab tersimpan dalam album itulah, maka foto-foto tersebut jarang sekali untuk dilihat kecuali jika tertemukan pada waktu yang tak disengaja ketika hendak mencari sesuatu barang yang terselip entah di rak buku.

Saat ini jaman memang sudah berubah ketika foto-foto tak hanya bisa tersimpan rapi di dalam album foto. Dengan mudah orang dapat memindai (scan) fotonya ke dalam bentuk digital dan dengan waktu singkat dapat disimpan ke dalam harddisk komputer. Ketika era Web 2.0 memasuki masanya, maka foto tidak lagi bisa dilihat oleh keluarga, kerabat, dan sahabat. Layanan social networking seperti Friendster, FaceBook, dan Flickr memudahkan siapa saja untuk mengakses dan melihat foto yang kita upload ke dalamnya.

Menyimpan foto berarti mencintai setiap kenangan yang terkandung di dalamnya. Dan dengan Flickr beserta dengan situs social networking lainnya, membantu untuk berbagi dan melestarikan kenangan tersebut hingga waktu yang tak terbatas.

May
21

Hari Libur: Tutup atau Tetap Buka?

Posted by daniy! under ide

Semalam saya dibangunkan oleh kawan saya yang hendak berangkat ke Jakarta. Dia sedang mencari solusi bagaimana caranya untuk mendapatkan print hasil desainnya karena printer miliknya sedang mengalami masalah. Hari ini memang hari libur nasional perayaan Waisak, jadi bisa dipastikan bahwa layanan cetak-mencetak di seluruh Jogja tutup. Sedangkan hardcopy dari desain tersebut harus dibawa saat itu juga untuk meeting esok hari di Jakarta pukul 10 pagi. Sebagai catatan, mereka menggunakan mobil, sehingga bisa dihitung lama perjalanan akan memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam.

Solusi pertama yang ada di benak saya adalah menggunakan printer yang ada di kantor. Untuk jumlah print 15 lembar saya kira tinta yang ada masih cukup. Maka bergegaslah kami menuju kantor saya di Condongcatur. Printer memang oke, tinta memang banyak, namun hasil tak memadai. Hasil print menjadi lebih gelap daripada seharusnya. memang setiap printer memiliki karakteristik tinta sendiri-senndiri, sehingga untuk urusan keseragaman warna memang tidak bisa dijadikan jaminan.

Sambil mengutak-atik levels dan curves agar hasil print lebih cerah dari yang sebelumnya, kawan saya pun bercerita bagaimana susahnya dia jika harus berurusan dengan cetak-mencetak.

“Aku sudah kontak Ortindo, Spektrum, Uvindo, dll semuanya libur”

Mendengar serangkaian nama layanan vetak tersebut, saya langsung teringat sebuah nama yang belum dia sebutkan: GKM. Satu malam sebelumnya, saya bertanya tentang harga stiker one way vision dan bertanya apakah hari libur Waisak juga ikut tutup. Kata mereka,”Tidak tutup, Mas. Hanya saja buka sampai jam 11 malam”. Jika hari biasa, mereka memang tidak pernah tutup alias buka 24 jam.

Jam dinding menunjukkan waktu 10.10 malam, dan kami pun langsung bergegas menuju GKM. Dalam 30 menit hasil print dapat selesai dengan sempurna. Saya terkagum dengan konsep usaha GKM yang masih berkeras untuk membuka layanannya di waktu libur nasional pun. Secara nalar, tanggal berwarna merah pada kalender adalah waktu setiap orang untuk beristirahat dan sejenak lepas dari rutinitas. Apalagi jika merah tersebut adalah hari libur nasional yang berkaitan dengan perayaan hari besar tertentu. Sudah sepantasnya bahwa setiap perusahaan memberikan hak karyawannya untuk berlibur.

Lain halnya dengan GKM. Mereka menangkap peluang pada tanggal merah ketika banyak layanan jasa print digital yang lain turut meliburkan diri bersama pemerintah. Dengan semakin berkembangnya kota Jogja, maka kebutuhan untuk cetak mencetak instan tidak hanya muncul pada saat hari kerja saja. Hari liburpun pasti ada kesempatan setiap orang untuk membuat entah sekedar kartunama, ataupun poster ulangtahun untuk si kecil.

Tanggal merah memang dibuat dan disepakati bersama sebagai hari rehat nasional. Pekerjaan dan tugas boleh saja diabaikan pada hari tersebut. Namun, yang namanya kebutuhan, tak mengenal liburan. Kebutuhan seseorang berarti kesempatan dan peluang bagi orang lain untuk meraih keuntungan. Yang tertinggal kemudian adalah keputusan untuk mengambil atau tidak peluang tersebut.